Kamis, 20 November 2008 15:05 WIB
Metrotvnews.com, Tangerang: Ratusan buruh berunjuk rasa di Kantor Walikota Tangerang, Banten, Kamis (20/11). Mereka berkeinginan bertemu dengan Walikota Tangerang Wahidin Halim. Namun, begitu sampai di depan Kantor Walikota Tangerang, mereka dihadang oleh sejumlah aparat kepolisian.
Para buruh tetap memaksa masuk halaman Kantor Walikota. Aksi saling dorong antara buruh dan polisi tidak bisa dihindari. Akibatnya, pagar Kantor Walikota tangerang jebol karena tak kuat menahan desakan massa. Para buruh mendesak Pemerintah Kota Tangerang mengabaikan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang penetapan upah minimum propinsi/kabupaten/kota.
Untuk menenangkan massa, polisi berupaya membujuk para buruh bernegosiasi. Akhirnya, disepakati perwakilan buruh masuk menemui Walikota Tangerang. Hingga berita ini ditulis, pertemuan antara perwakilan buruh dan pihak Walikota Tangerang masih berlangsung. Sambil menunggu hasil pertemuan para buruh menggelar orasi di halaman Kantor Walikota Tangerang.
Unjuk rasa serupa juga berlangsung di Cimahi, Jawa Barat. Ratusan buruh yang berunjuk rasa di Kantor Walikota Cimahi, Jawa Barat, kembali bersitegang dengan petugas. Keributan terjadi saat para buruh memaksa masuk ke halaman Kantor Walikota Cimahi untuk bertemu walikota. Para buruh berupaya menerobos pintu pagar yang dijaga aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Cimahi dan aparat Polresta Cimahi.
Karena tidak diizinkan masuk, para buruh melampiaskan kekecewaannya dengan memblokade jalan di depan Kantor Walikota. Sempat terjadi adu mulut antara buruh dengan warga yang hendak melintas. Tak ayal, arus transportasi menjadi terganggu.
Dalam orasinya, para buruh mendesak Walikota Cimahi menolak pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang penetapan upah buruh yang dianggap merugikan buruh. Massa menilai, SKB empat menteri memberi peluang bagi pengusaha untuk menentukan upah serendah-rendahnya.(DOR)
Metrotvnews.com, Tangerang: Ratusan buruh berunjuk rasa di Kantor Walikota Tangerang, Banten, Kamis (20/11). Mereka berkeinginan bertemu dengan Walikota Tangerang Wahidin Halim. Namun, begitu sampai di depan Kantor Walikota Tangerang, mereka dihadang oleh sejumlah aparat kepolisian.
Para buruh tetap memaksa masuk halaman Kantor Walikota. Aksi saling dorong antara buruh dan polisi tidak bisa dihindari. Akibatnya, pagar Kantor Walikota tangerang jebol karena tak kuat menahan desakan massa. Para buruh mendesak Pemerintah Kota Tangerang mengabaikan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang penetapan upah minimum propinsi/kabupaten/kota.
Untuk menenangkan massa, polisi berupaya membujuk para buruh bernegosiasi. Akhirnya, disepakati perwakilan buruh masuk menemui Walikota Tangerang. Hingga berita ini ditulis, pertemuan antara perwakilan buruh dan pihak Walikota Tangerang masih berlangsung. Sambil menunggu hasil pertemuan para buruh menggelar orasi di halaman Kantor Walikota Tangerang.
Unjuk rasa serupa juga berlangsung di Cimahi, Jawa Barat. Ratusan buruh yang berunjuk rasa di Kantor Walikota Cimahi, Jawa Barat, kembali bersitegang dengan petugas. Keributan terjadi saat para buruh memaksa masuk ke halaman Kantor Walikota Cimahi untuk bertemu walikota. Para buruh berupaya menerobos pintu pagar yang dijaga aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Cimahi dan aparat Polresta Cimahi.
Karena tidak diizinkan masuk, para buruh melampiaskan kekecewaannya dengan memblokade jalan di depan Kantor Walikota. Sempat terjadi adu mulut antara buruh dengan warga yang hendak melintas. Tak ayal, arus transportasi menjadi terganggu.
Dalam orasinya, para buruh mendesak Walikota Cimahi menolak pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang penetapan upah buruh yang dianggap merugikan buruh. Massa menilai, SKB empat menteri memberi peluang bagi pengusaha untuk menentukan upah serendah-rendahnya.(DOR)

|