Tolak SKB 4 Menteri, Buruh Ancam Demo Gedung Sate 3 Hari
Andri Haryanto Detik-Bandung
Bandung- Sekitar 500 buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh dan Serikat Pekerja Cimahi mendatangi Gedung Sate. Mereka melakukan aksi agar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, mengabaikan SKB 4 menteri tentang penetapan upah minimum, karena menyengsarakan buruh.
Massa datang bergelombang mayoritas datang dengan menggunakan motor. Mereka membawa bendera organisasinya masing-masing seperti SPN, SBSI 92 Cimahi, SPSI dan PPMI.
Menurut koordinator lapangan aksi Asep Djamaludin, kedatangan mereka ke Gedung Sate untuk menolak diberlakukannya SKB 4 menteri.
"Kita hanya membutuhkan statemen dari gubernur untuk menolak SKB 4 menteri mengenai UMP. Kalau gubernur tidak bisa menolak ya diabaikan saja," kata Asep disela-sela orasinya, Selasa (11/11/2008).
Asep menambahkan, dalam SKB 4 menteri tersebut sangat menyengsarakan kaum buruh. SKB 4 menteri menyatakan bahwa gubernur tidak boleh menetapkan UMP melebihi dari laju pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen.
"Sedangkan inflasi sekarang sudah 20 persen. Ini bukan malah menaikkan tapi malah menggerogoti. Jauh dari kebutuhan hidup layak (KHL) buruh," ujar Asep.
Tak hanya itu, Asep juga mengancam akan melakukan aksi serupa selama 3 hari di Gedung Sate jika tidak mendapatkan tanggapan dari gubernur.
"Ini baru sebagian dari kami yang melakukan aksi. Akan banyak lagi buruh yang berdatangan ke sini untuk menyuarakan hal yang sama. Sebanyak 3 ribu buruh akan datang dari wilayah Bandung Timur dan Kabupaten Bandung Barat," terang Asep.
Dalam aksi ini polisi siagakan 600 anggotanya untuk mengamankan jalannya aksi. Satu unit water canon terpakir di dalam halaman gedung sate. Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Gedung Sate ditutup. Arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Sentot Alibasyah. Satu buah mobil bak terbuka digunakan sebagai mimbar orasi.
Hingga pukul 11.00 WIB, buruh masih berdatangan.
Andri Haryanto Detik-Bandung
Bandung- Sekitar 500 buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh dan Serikat Pekerja Cimahi mendatangi Gedung Sate. Mereka melakukan aksi agar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, mengabaikan SKB 4 menteri tentang penetapan upah minimum, karena menyengsarakan buruh.
Massa datang bergelombang mayoritas datang dengan menggunakan motor. Mereka membawa bendera organisasinya masing-masing seperti SPN, SBSI 92 Cimahi, SPSI dan PPMI.
Menurut koordinator lapangan aksi Asep Djamaludin, kedatangan mereka ke Gedung Sate untuk menolak diberlakukannya SKB 4 menteri.
"Kita hanya membutuhkan statemen dari gubernur untuk menolak SKB 4 menteri mengenai UMP. Kalau gubernur tidak bisa menolak ya diabaikan saja," kata Asep disela-sela orasinya, Selasa (11/11/2008).
Asep menambahkan, dalam SKB 4 menteri tersebut sangat menyengsarakan kaum buruh. SKB 4 menteri menyatakan bahwa gubernur tidak boleh menetapkan UMP melebihi dari laju pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen.
"Sedangkan inflasi sekarang sudah 20 persen. Ini bukan malah menaikkan tapi malah menggerogoti. Jauh dari kebutuhan hidup layak (KHL) buruh," ujar Asep.
Tak hanya itu, Asep juga mengancam akan melakukan aksi serupa selama 3 hari di Gedung Sate jika tidak mendapatkan tanggapan dari gubernur.
"Ini baru sebagian dari kami yang melakukan aksi. Akan banyak lagi buruh yang berdatangan ke sini untuk menyuarakan hal yang sama. Sebanyak 3 ribu buruh akan datang dari wilayah Bandung Timur dan Kabupaten Bandung Barat," terang Asep.
Dalam aksi ini polisi siagakan 600 anggotanya untuk mengamankan jalannya aksi. Satu unit water canon terpakir di dalam halaman gedung sate. Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Gedung Sate ditutup. Arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Sentot Alibasyah. Satu buah mobil bak terbuka digunakan sebagai mimbar orasi.
Hingga pukul 11.00 WIB, buruh masih berdatangan.
|