Marieska Harya Virdhani - Okezone
DEPOK - Menjelang peringatan Hari Buruh Sedunia atau yang disebut May Day, Aliansi Buruh Menggugat dan Serikat Pekerja Kereta Api Jabodetabek mengawali rencana aksi besarnya di Jakarta 1 Mei nanti dengan berujuk rasa di Halte Stasiun Universitas Indonesia (UI), siang ini.Selain menggalang donasi dari simpatisan, mereka juga menyerukan agenda utama dari aksi May Day adalah menolak hasil Pemilu Legislatif 2009.
Mereka berusaha menarik simpati mahasiswa UI dengan berorasi dan membagikan ratusan selebaran bertuliskan seruan May Day menolak hasil Pemilu 2009. Menurutn mereke Pemilu yang baru berlangsung bukanlah Pemilu rakyat, curang dan tidak legitimasi.
Alasan kaum buruh ini menolak pemilu, karena hajat demokrasi ini tidak melahirkan elit-elit dan anggota dewan yang berpihak kepada buruh. Misalnya, berani menghapuskan sistem kontrak (outsourcing) yang sangat merugikan pihak buruh.
Aksi juga sempat diwarnai adu mulut antara para pengunjuk rasa dengan Satpam UI yang berusaha melarang demo mereka, karena tidak ada izin dari rektorat. Nawawi, Satpam UI mengatakan, seharusnya dua pekan sebelum demo surat izin sudah masuk ke rektorat.
Namun setelah bernego, akhirnya mereka diperbolehkan berorasi selama setengah jam. Mereka memilih UI tempat berdemo, karena mahasiwa dinilai yang paling kritis dalam menanggapi kecurangan yang terjadi di bangsa dan negara ini.
Sayangnya, mahasiswa UI cenderung tidak peduli dengan aksi gerakan buruh, bahkan selebaran yang dibagikan dibuang begitu saja.
Sementara Koordinator aksi Surya Ginting menyebutkan selain menolak pemilu 2009, ada empat tuntutan yang disuarakan kaum buruh. Pertama, meminta agar industrialisasi nasional dan reforma agraria yang kuat dan mandiri.
Kedua, nasionalisasi industri di bawah kontrol rakyat. Ketiga, menolak bayar utang kepada internasional dengan menjual aset negara. Keempat, pemberatasan korupsi dan menyita harta koruptor.
Juga ada orasi dari mantan karyawan Hotel Indonesia yang mengungkapkan setelah aset hotel itu dijual, kondisi keluarganya menjadi sengsara.
(ram)
|