Jakarta - Sekitar 40 buruh dari Aliansi Buruh Menggugat (ABM) berdemo. Mereka meminta para elite politik yang tengah memperebutkan kursi presiden dan wapres lebih memperhatikan masyarakat.
"Pemilu 2009 tidak efektif dalam mengubah keadaan. Kita tolak. Hanya melanggengkan elite saja," kata koordinator aksi, Anwar Ma'ruf di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (24/4/2009).
Dalam aksinya, pendemo mengenakan baju bertuliskan "Kapitalisme Bangkrut". Buruh menilai, sistem kapital yang diterapkan banyak negara termasuk Indonesia tidak banyak mengubah keadaan. Menurut mereka, kemakmuran yang dijanjikan sistem kapital hanya isapan jempol saja.
"Kita undang para buruh untuk bersatu turun ke jalan. Akan ada yang lebih besar 1 Mei mendatang," ucap Ma'ruf.
Demo berlangsung sekitar 45 menit. Tidak ada penjagaan berarti dari pihak kepolisian. Aksi massa bubar dengan sendirinya dan tidak menyebabkan kemacetan karena jumlah pendemo yang tak terlampau banyak.
"Pemilu 2009 tidak efektif dalam mengubah keadaan. Kita tolak. Hanya melanggengkan elite saja," kata koordinator aksi, Anwar Ma'ruf di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (24/4/2009).
Dalam aksinya, pendemo mengenakan baju bertuliskan "Kapitalisme Bangkrut". Buruh menilai, sistem kapital yang diterapkan banyak negara termasuk Indonesia tidak banyak mengubah keadaan. Menurut mereka, kemakmuran yang dijanjikan sistem kapital hanya isapan jempol saja.
"Kita undang para buruh untuk bersatu turun ke jalan. Akan ada yang lebih besar 1 Mei mendatang," ucap Ma'ruf.
Demo berlangsung sekitar 45 menit. Tidak ada penjagaan berarti dari pihak kepolisian. Aksi massa bubar dengan sendirinya dan tidak menyebabkan kemacetan karena jumlah pendemo yang tak terlampau banyak.

|