Ayo Berserikat, Bersatu dan Berjuang
Untuk semakin memantapkan konsolidasi kaum buruh di daerah Cikarang, terutama buruh-buruh PT Indofood Makmur, pada tanggal 21 september 2008, Posko Solidaritas Buruh mengadakan diskusi dengan tema yang saat ini masih hangat di kalangan kaum buruh, yaitu Upah Layak dan Bagaimana Memperjuangannya, dengan menghadirkan kawan Budi Wardoyo dari BPN ABM (Badan Pekerja Nasional Aliansi Buruh Menggugat) sebagai pembicara dan kawan Vivi Widyawati dari JNPM (Jaringan Nasional Perempuan Mahardhika)
Lebih dari 20 kawan buruh PT Indoofood dengan antusias mengikuti diskusi yang mengambil tempat di Balai Kelurahan Suka Danau Cikarang, apalagi ketika diskusi memasuki tema soal kesalahan-kesalahan dalam memahami konsep upah yang selama ini selalu di kampayekan oleh pemerintah maupun pengusaha, bahwa upah adalah imbalan atas hasil kerja kaum buruh.
Lebih dari 20 kawan buruh PT Indoofood dengan antusias mengikuti diskusi yang mengambil tempat di Balai Kelurahan Suka Danau Cikarang, apalagi ketika diskusi memasuki tema soal kesalahan-kesalahan dalam memahami konsep upah yang selama ini selalu di kampayekan oleh pemerintah maupun pengusaha, bahwa upah adalah imbalan atas hasil kerja kaum buruh.
Sedangkan dalam kenyataannya, hasil kerja kaum buruh yang berupa penambahan nilai atas barang atau jasa, tidak pernah diberikan seutuhnya kepada kaum buruh, bahkan masuk ke kantong pribadi para pengusaha, yang sering disebut sebagai keuntungan.
Selain membahas soal konsep upah, diskusi ini juga membahas mengenai bagaimana kaum buruh bisa mendapatkan upah yang sesuai dengan hasil kerjanya, padahal pemerintah dan seluruh partai politik di DPR maupun yang akan ikut pemilu nanti, semuanya berpihak pada pengusaha.
Oleh karena itu, forum diksusi menyepakati bahwa perjuangan untuk menuntut upah yang sesuai dengan hak kaum buruh hanya bisa dilakukan oleh kaum buruh sendiri, dengan membuat organisasi buruh yang kuat dan independent (tidak ada campur tangan pemerintah maupun pengusaha), dengan membangun persatuan-persatuan kaum buruh serta dengan melakukan aksi-aksi mobilisasi massa.
Dalam forum ini juga, beberapa kawan buruh yang berstatus buruh kontrak dan outsourcing, meminta agar Posko Solidaritas Buruh untuk membantu membuatkan organisasi bagi mereka, karena selama ini mereka kesulitan bergabung dengan serikat-serikat buruh yang sudah ada. Permintaan ini di senggupi oleh PSB, dan akan segera dibuatkan pertemuan untuk membahas persoalan ini, pada hari sabtu minggu depan dengan mengundang kawan-kawan buruh kontak dan outsourcing dari berbagai pabrik yang ada di sekitar cikarang, bahkan dengan antusias salah seorang peserta diskusi mengusulkan agar nama orgnaisasinya adalah Persatuan Buruh Kontrak dan Outsourcing yang di singkat menjadi PB TRAK OUT.
Acara diskusi ini kemudian di tutup dengan berbuka bersama, menikmati hidangan hasil dari iuran bersama.
|