Sabtu, 11 Oktober 2008

Perlawanan Mantan Buruh Coca-Cola Di Venezuela


Sekitar 5000 mantan buruh Coca-Cola di Venezuela memblokade pintu masuk pabrik pengemasan botol di Merrida, 6 Oktober 2008 (Venezuela Analysis)
(diambil dari http://www.venezuelanalysis.com)
Diterjemahkan oleh: Budi Wardoyo




Sekitar 5000 pekerja Coca cola di Venezuela telah memblokade 23 fasilitas sejak hari selasa minggu lalu untuk menuntut kompensasi, semenjak mereka diberhentikan untuk sementara waktu, saat perusahaan Mexico, FEMSA mengambil alih pengoperasian dari pihak Venezuela di Panamco tahun 2003.

Negosiasi yang dimediasi oleh Menteri Perburuhan Venzuela ini, sejak juni dan terus terjadi tarik-menarik kepentingan hingga agustus ketika pihak Coca-Cola mencabut kembali penawaran sebelumnya dan meninggalkan perundingan, demikian menurut organizer Buruh Nasional Marcela Máspero, sebuah persatuan mantan buruh.



Máspero mencurigai pihak Coca-Cola menarik diri dari perundingan untuk membalas dendam atas nasionalisasi terhadap perusahaan semen Mexico, CEMEX di awal tahun ini, di mana pemerintah membayar ganti rugi lebih rendah dibandingkan dengan keinginan CEMEX.

Koordiantor Nasional dari mantan buruh, Ali Morillo, mengatakan pada Venezuelanalysis.com dalam wawancara, “ Negosiasi dengan Mentri Perburuhan berjalan positif, mereka membuka pintunya, memanggil kami, menawarkan layanan mereka bagi kami,” tapi dia mengatakan blockade saat ini dibutuhkan karena tidak ada kesepakatan yang dicapai.

Coca-Cola telah memberikan tawaran $10 juta untuk dana beasiswa akademis, biaya kesehatan, dan bantuan usaha kecil untuk para mantan buruh. Buruh-buruh menolak tawaran itu, mengatakan Coca-Cola memiliki total $ 242 juta untuk 11.633 buruh yang diberhentikan untuk sementara selama proses pergantian kepemilikan.

“ Kami menginginkan Pemilik Coca-Cola berlapang dada dan berpikir apa hutang mereka pada kami,” kata Morillo. “ Mereka telah menipu kami dan berkali-kali menjadikan kami lelucon bagi mereka, dan menyebut kami sebagai pihak yang tidak berhak, padahal faktanya sangat bertentangan”

Meskipun Majelis Nasional pernah mengancam untuk menasionalisasi Coca-Cola, Morillo mengatakan para mantan buruh tidak menghendaki nasionalisasi.” Daripada diambil alih, lebih baik mereka membayar kami dan melakukan bisnis dengan jujur”, kata Morillo.

FEMSA mengatakan tidak bertanggung jawab terhadap keluhan mantan buruh karena mereka tidak pernah ada dalam daftar gaji FEMSA, dan telah ada keputusan pengadilan daerah yang mengkonfirmasikan hal ini.

Meskipun buruh-buruh mengklaim bahwa hak konstitusi mereka telah dilanggar, Mahkamah Agung Venezuela sudah menguatkan keputusan pengadilan juni lalu. Máspero mengatakan sangat menghormati” hokum borjuis,” yang menandakan bahwa “ cabang perusahaan transnasional [Coca-Cola] telah menggurita di atas semua tingkatan” dari pemerintahan Venezuela

“mereka hanya punya dua posisi, yang satu adalah untuk kebaikan perusaahaan transnasional dan yang ke dua adalah untuk keadilan social,” kata Máspero minggu lalu.

Untuk mendukung para buruh, Máspero dan dua utusan Majelis Nasioanal, Iris Verela dan Reinaldo García, membetuk komite khusus dan mengirimkan telegram pada pemerintahan secara nasional –untuk mendapatkan dukungan secara luas terhadap blockade yang dilakukan.

Meskipun demikian, Morillo mengatakan tenaga bayaran dan tentara nasional menindas para mantan buruh di kota Maracaibo minggu lalu, dan tentara nasional menyatukan diri dengan polisi local di Valencia untuk mengusir para buruh dan membiarkan pabrik beroperasi kembali.


Di dua kota lainnya, polisi local menyatukan diri dengan buruh yang baru, dan membuat kemacetan di tempat-tempat umum dan menimpakan kesalahan pada mantan-mantan buruh, meskipun mantan buruh ini hanya memblokade gedung pengemasan botol, menurut Máspero.

Beberapa buruh baru merasa takut, bahwa dengan menurunnya produktifitas perusahaan yang akibat blockade akan mengancam pekerjaan mereka. Salah satu buruh baru, Lurais Gracian, menjelaskan, “kami tidak membela perusahaan, kami membela tempat yang memberikan kami pekerjaan. Jika (para mantan buruh itu) benar, mereka seharusnya pergi ke pengadilan.”Bagimanapun, banyak buruh baru tidak bisa mengekpresikan dukungan bagi para mantan buruh karena mereka takut mendapatkan tindakan balasan dari perusahaan, kata Hugo Gutiérrez, pimpinan dari 99 orang mantan buruh di kota Mérida.

“ Orang yang tidak sejalan dengan perusahaan, dipecat, jadi mereka tidak dapat memberikan dukungan terbuka seperti yang kami inginkan,” kata Gutiérrez dalam sebuah wawancara dengan Venezuelanalysis.com.

Mantan buruh di Mérida mengirimkan surat pada buruh baru dan mengatakan” kami menyadari atas ketidakanyamanan yang kami sebabkan pada kalian dan itu cukup mengkawatirkan bagi kami jika perusahaan yang menghidupi keluarga kalian kemudian tutup, tetapi kami yakin bahwa kalian juga akan menikmati hasil dari perjuangan kami.

Mengkomentari surat ini, Gutiérrez mengatakan bahwa jika hak-hak mantan buruh itu diakui, ini akan menguatkan posisi dari buruh-buruh yang bekerja.

“ Waktu terus berjalan, dunia telah berubah…pada masa lalu, persatuan kita kurang dan demikian pula dengan pengetahuan kita akan hak-hak kita, membuat perusahaan transnasional melakukan apa saja yang mereka inginkan terhadap buruh, tetapi sekarang para buruh telah mengetahui lebih banyak dan mengambil kendali,” Gutiérrez menegaskan.

Menurut Gutiérrez, pemerintahan local di Mérida membiarkan blockade untuk terus berlanjut tetapi tidak memberikan bantuan lebih jauh kepada mantan-mantan buruh Coca-Cola.

Para mantan buruh telah melakukan blockade di Gedung Coca-Cola pada tiga kesempatan sebelumnya dalam dua tahun ini, yang membuat perusahaan merugi $55 juta, kata juru bicara Coca-Cola Rodrigo Anzola. Anzola minggu lalu mengatakan, bahwa perusahaan tidak berencana untuk kembali ke meja perundingan. Menteri Perburuhan belum juga mengeluarkan pernyataan publik dalam kasus ini.

BACA ARSIP DI BLOG INI

Komite Persiapan Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia

"GABUNGAN SOLIDARITAS PERJUANGAN BURUH, BEKASI"
" FORUM BURUH LINTAS PABRIK, JAKARTA "
"FNPBI-PRM MEDAN"
" SBBSU SUMATERA UTARA "
"FNPBI-PRM SURABAYA"
"FNPBI INDEPENDEN MOJOKERTO"
"SERIKAT BURUH GARUDA, SUMEDANG"
"FNPBI-PRM SAMARINDA"
"FNPBI-PRM BALIKPAPAN"
" FORUM SOLIDARITAS PERJUANGAN BURUH, BANDUNG "

KPRM-PRD

G S P B