PERSATUAN NASIONAL ADALAH HARGA MATI!
Untuk di bacakan dalam agenda Silaturahmi Kaum Buruh dan Rakyat Miskin di Bekasi tanggal 30 Agustus 2009
Salam pembebasan!
Sebelumnya, kami haturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena kami tidak bisa secara fisik hadir dalam sebuah agenda revolusioner yang di selenggarakan oleh kawan-kawan di sini. Namun kami berharap itu tidak akan mengurangi semangat dan kesuksesan agenda di sini.
Telah kita sadari bersama bahwa rangkaian krisis global sebagai bukti kegagalan kapitalisme telah berdampak pada semakin hancurya kemampuan tenaga produksi yang menjadi pilar kemajuan peradaban manusia. Dampak krisis ini dalam bentuk-bentuknya sudah sama-sama kita fahami dengan mata terbuka, karena semua itu ada dan jelas di hadapan kita. Sebuah fakta pula bahwa pemerintah Indonesia sebagai penguasa sekaligus juga telah menegaskan diri sebagai makelar ( borjuis komprador) bagi kapitalisme internasional setelah melalui (lagi dan lagi)proses pemilu 2009 –sebagai ajang pergantian kekuasaan borjuis penindas rakyat--. Sebuah pemilu yang sama sekali tidak berdasar pada kepentingan rakyat, namun hanya berdasar pada kepentingan mempermudah dan memperluas ruang gerak penghisapan kapitalisme internasioanal di Indonesia. Dengan karakter borjuis nasional Indonesia yang tidak berkapasitas bertarung dengan pemilik modal asing hanya semakin melancarkan penguasaan para imperialis untuk menguasai dan mengangkangi Indonesia dalam segala aspek. Situasi tidak adanya syarat untuk membuat kesimpulan bahwa borjuasi nasional bisa dijadikan sekutu (salah satu syarat untuk bekerjasama dengan borjuasi nasional melawan pemilik modal asing adalah bahwa borjuasi nasional harus memiliki kapasitas berlawan/bertarung dengan pemilik modal asing -- bisa dilihat secara historis) saat ini, telah luput dari pisau analisis kaum gerakan yang juga mengaku dirinya kiri—seperti kelompok Papernas cs--. Sehingga mereka mengambil langkah untuk bersekutu dengan kekuatan elit borjuis nasional dalam kepentingan pragmatis-oportunis pemilu 2009. Taktik yang salah dan buntunya pisau analisa ekonomi politik mereka telah membuat dirinya terjerumus pada sebuah “persekongkolan” busuk dengan elit borjuis untuk menipu dan mengilusi rakyat agar rakyat mau percaya terhadap elit-elit politik—yang juga pemilik modal—dalam menjawab persoalan yang selama ini di hadapi oleh rakyat. Sehingga kembalilah rakyat tertipu.
Pun demikian rakyat tidak seluruhnya percaya terhadap kekuatan elit yang ada sekarang dapat menyelesaikan problem-problem yang mereka hadapi selama ini. 20%-30% rakyat Indonesia (berdasar data pemilu 2009) memilih untuk golput alias tidak menggunakan hak pilih dalam pemilu 2009. Ada banyak tokoh politik dan bahkan tokoh gerakan yang mengatakan bahwa golput itu bisa di bedakan bermacam-macam alasannya. Ada yang karena sadar, ada yang sudah apatis, ada yang karena persoalan teknis (seperti bekerja atau tidak adanya TPS di tempat tinggalnya). Apapun alasan-alasan yang coba disodorkan tersebut tidak dapat menghilangkan fakta bahwa tidak ada kepentingan di mereka (20%-30% yang golput tersebut) terhadap pemilu elit 2009 kali ini. Secara sederhana, kalau mereka punya keperntingan menyukseskan pemilu 2009 kali ini, maka kendala teknis apapun pasti akan di jawab oleh mereka. Seperti hal nya pemilu 1999 yang begitu besar harapan rakyat akan perubahan nasibnya telah membuat mereka secara tulus dan antusias datang ke TPS-TPS untuk memberikan suara, bahkan tanpa harus di sogok puluhan ribu rupiah terlebih dahulu. Di luar proses pemilu itu sendiri, sebagian gerakan baik buruh, kaum miskin kota, petani, mahasiswa, perempuan dan budayawan secara tegas menyatakan sikap mereka yang tidak percaya terhadap pemilu 2009 kali ini dengan berbagai bentuk ekspresi politiknya dan dalam kadar perlawanannya masing-masing.
Dalam memperjuangkan hak-haknya mereka lebih memilih metode dan taktik yang revolusioner, yaitu dengan persatuan dari tingkat teritori yang paling kecil hingga nasional. Dan metode yang radikal tersebut juga muncul dalam berbagai bentuk, seperti vergadering/rapat akbar—baik sendiri maupun penyatuan—aksi-aksi massa menyerbu dan menduduki kantor-kantor pemerintah serta tempat strategis lainnya. Pemogokan-pemogokan juga terjadi di banyak tempat meski belum dalam kwantitas yang besar dan volume yang padat. Bentuk ekspresi politik yang lain juga banyak di lakukan oleh sebagian gerakan yang lain, misal dengan menggelar pawai dan acara panggung-panggung peringatan kemerdekaan 17 agustus kemarin, pertunjukan karya seni pembebasan dan lain-lain.
Bentuk ekspresi politik sekecil apapun adalah bibit-bibit yang akan segera tumbuh menjadi sebuah pohon perlawanan yang besar dan kuat untuk bisa di jadikan jembatan menuju pertarungan klass baik melalui perebutan kekuasaan lewat pemilu maupun ekstra parlementer. Krisis yang terus berlanjut dan pasti akan terus gagal di atasi oleh kapitalisme, akan semakin menyediakan syarat bagi perjuangan klas buruh untuk merebut kekuasaan dan mengganti system busuk kapitalisme yang selama ini menjadi mesin penindas klas buruh. Perlawanan-perlawanan akan terus muncul di mana-mana baik spontanitas maupun terorganisir. Ini adalah basis material bagi kita kaum pelopor yang memiliki kesadaran maju, melihat potensi perlawanan yang terus meluas, benih-benih persatuan yang sudah mulai muncul di beberapa aktivitas politik gerakan—seperti FPN,ABM dsb—untuk mengambil peran memimpin dalam barisan terdepan perjuangan pembebasan klass tertindas.
Saat ini ada fakta yang tidak boleh mengecilkan semangat kita namun justru harus jadi pemicu bagi kita untuk bangkit dan segera bergerak, yaitu bahwa kekuatan kaum pelopor ini masih sangat kecil di banding lautan massa buruh, tani, kaum miskin kota, mahasiswa, perempuan dsb yang belum tersadarkan. Kita tidak berangkat dari angan-angan. Tapi berangkat dari apa yang kita punya. 10 orang, 20 orang atau ratusan yang kita punya, maka dengan kekuatan itulah kita akan bergerak. Bahwa kita secara organisasi sampai saat ini masih berserakan, kita sadari begitu banyak kawan-kawan kita yang berada di banyak teritori berbeda memiliki cita-cita yang sama dan bisa di katakan memiliki kesepahaman dalam pandangan politik dan strategi taktik perjuangan(semoga). Sungguh sayang kalau kita membiarkan potensi itu begitu saja dan tetap bertahan dengan perjuangan di wilayah masing-masing. Agar semua cita-cita kita menjadi sebuah kenyataan, maka kami secara tegas menyerukan:
“ ayo segera konsolidasi nasional untuk membangun persatuan secara nasional dengan prinsip politik non-kooptasi dan non-kooperasi sekarang juga!”
Kami yakin, jika kita bisa segera bersatu, maka akan banyak sekali kemajuan-kemajuan yang bisa kita capai secara ideologi, politik dan organisasi. Dan tentu syarat menuju kemenangan sejati dapat terjawab yaitu munculnya kepemimpinan terhadap gerakan buruh, kaum miskin kota, petani, mahasiswa, perempuan dsb. Meskipun kita sadar, tentu ada hal-hal yang perlu di diskusikan dan di perdebatkan bersama. Tapi itu adalah prosesnya. Prinsipnya sekarang adalah mari bersatu terlebih dahulu, bahas banyak hal dalam forum persatuan! Secara organisasi kami dari jawa timur menyatakan siap untuk membangun persatuan organisasi secara nasional dengan kawan-kawan buruh, tani, kaum miskin kota, mahasiswa, perempuan dsb.
Kepada seluruh kawan-kawan yang sekarang sedang menyelenggarakan Silaturahmi Buruh dan Rakyat Miskin, kami mengacungkan salud dan hormat kami setinggi-tingginya. Karena ditengah bulan puasa, kawan-kawan masih dapat menyelenggarakan sebuah rapat akbar yang tentu bukan pekerjaan mudah. Semoga Rapat akbar ini akan terus menjadi budaya dan metode perjuangan kita sebagai embrio munculnya dewan-dewan rakyat yang revolusioner.
Kami akhiri sampai di sini dahulu perbincangan kita, untuk segera di lanjutkan dalam forum persatuan nasional yang sungguh kita nantikan bersama.
Hormat kami setinggi-tingginya kepada kawan-kawan pejuang revolusioner dalam acara Silaturahmi ini!
Tertanda
Afik Irwanto
Atas nama,
FNPBI Independen Kota Mojokerto:
SBTK FNPBI Independen PT. Indra Kila
SBTK FNPBI Independen PT. Bokormas
SBTK FNPBI Independen PT. Jaya Raya
SBTK FNPBI Independen PT. Mitra Bina Mandiri
FNPBI Independen Kabupaten Mojokerto:
SBTK FNPBI Independen PT. Lingga Sakti Indonesia
SBTK FNPBI Indepeden PT. Nasional Indo Metal
SBTK FNPBI Independen PT. Central Asia Building
SBTK FNPBI Independen Perusahaan Kecap Ratu
SBTK FNPBI Independen Group SPBU Sugondo Cahyo
Kawan-kawan buruh PT. Mandalido
FNPBI Independen Kabupaten Jombang
SBTK FNPBI Independen PT. Seng Fong
FNPBI PRM Surabaya
SBTK FNPBI PRM PT. Dinasti
PPRM Jawa Timur
PPRM Mojokerto
PPRM Surabaya
SPI Jawa Timur
SPM Mojokerto
|