ALIANSI BURUH MENGGUGAT
A B M – Mojokerto
(FNPBI Independent – FSB Kamiparho – BEM Unimas – PC PMII Mojokerto – BEM Raden Wijaya – BEM Unim – BEM Al-Anwar – SPI Jatim –
PPRM Mojokerto)
A B M – Mojokerto
(FNPBI Independent – FSB Kamiparho – BEM Unimas – PC PMII Mojokerto – BEM Raden Wijaya – BEM Unim – BEM Al-Anwar – SPI Jatim –
PPRM Mojokerto)
Skretariat bersama :Jl.suratan Gg VI/24 A Mojokerto ( 03216115413 )
NEOLIBERALISME DAN PEMERINTAH PRO NEOLIBERALISME SBY-KALLA
(BERSAMA SELURUH ELIT POLITIK DAN PARTAI PENIPU RAKYAT)
TELAH GAGAL ATASI KRISIS,
GANTI DENGAN PEMERINTAHAN PERSATUAN RAKYAT MISKIN!
(BERSAMA SELURUH ELIT POLITIK DAN PARTAI PENIPU RAKYAT)
TELAH GAGAL ATASI KRISIS,
GANTI DENGAN PEMERINTAHAN PERSATUAN RAKYAT MISKIN!
Krisis keuangan internasional yang di akibatkan oleh kegagalan sistem ekonomi pasar bebas (neoliberalisme) telah berdampak begitu dahsyat terhadap perekonomian Indonesia. Kenapa Indonesia terkena dampak krisis? Karena Indonesia juga menggunakan sistem yang sama yaitu neoliberalisme. Hancurnya harga saham-saham di bursa saham internasional ( dan juga di alami di Indonesia) karena hnacurnya daya beli masyarakat terhadap hasil produksi industri yang berkonsekwensi pada menurunnya tingkat pendapatan perusahaan (termasuk tidak kembalinya modal yang di pinjamkan oleh bank terhadap para investor/kredit macet) ini semua di sebabkan oleh liberalnya persaingan pasar bebas yang tidak sebanding dengan tingkat daya beli para konsumen. Begitu banyak hasil produksi di pasar namun para konsumen tidak mampu membeli dalam jumlah yang sesuai dengan yang di butuhkannya. Negara-negara yang menjadi pasar bagi penjualan barang-barang produksi tidak mampu menyerap hasil produksi yang di tawarkan, bahkan sekarang banyak perusahaan yang telah membatalkan order pembelian karena sudah tidak mampu lagi mengatur arus keuangan mereka.
Sudah sejak awal keniscayaan akan kegagalan system neoliberalisme ini di ketahui secara ilmiah, namun karena kebodohan para elit politik busuk, partai penipu rakyat, para pemilik modal penindas dalam negeri yang terus dengan bangga demi kepentingan mengeruk keuntungan untuk perut mereka sendiri, melanggengkan system neoliberalisme ini di Indonesia, sehingga dampaknya sudah bisa di tebak, krisis jilid ke II terjadi lagi. Dan karena ketololan para penguasa negeri ini pula, maka jalan keluar yang di ambil pun juga kontradiktif, bukan justru menyeleseikan krisis tapi justru memperparahnya dan tetap saja rakyat miskin jadi tumbal.
Dengan mengeluarkan SKB 4 menteri, penerapan upah murah, pemberian insentif penundaan pembayaran pajak bagi pengusaha, dana talangan kerugian pengusaha, pencabutan subsidi social, penangkapan rakyat miskin dan penggusuran PKL, privatisasi asset Negara, penerapan system kontrak dan outsourching, dll, pemerintah SBY-KALLA semakin tegas menunjukkan posisi keberpihakannya kepada para pemilik modal dan bukan kepada rakyat miskin Indonesia! Inilah bukti kegagalan rezim yang anti rakyat miskin.
Dalam menghadapi krisis ini, pemerintah tidak pernah sama sekali mengajak rakyat untuk bersama-sama menyeleseikannya(sebelumnya juga tidak pernah). Yang di ajak berbicara adalah para pemilik modal, elit politik busuk dan semua partai yang selama ini sudah menipu rakyat. Kenapa demikian? Karena sekali lagi adalah rakyat tidak pernah di hargai dan di posisikan dengan benar sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam sebuah Negara, namun pemerintah secara defakto telah meletakkan para pemilik modal sebagai penguasa negeri ini. Maka wajar, meskipun rakyat secara besar-besaran melakukan protes dimana-mana untuk menyampaikan kehendak mereka namun sama sekali tidak pernah di dengarkan oleh pemerintah. Justru di hadapkan dengan pentungan dan penangkapan. Selain itu adalah semua solusi untuk mengatasi krisis yang terjadi (yang di keluarkan oleh pemerintah) hanya menambah semakin beratnya beban kehidupan rakyat miskin dengan dalih untuk menyelamatkan dunia usaha yang ada. Di tengah situasi seperti ini, para elit politik dan partai-partai yang selalu mengobral janji kosong, semua sibuk membangun profil dengan menipu rakyat demi perebutan kekuasaan mereka di pemilu tahun 2009. Uang rakyat yang seharusnya di gunakan untuk mensejahterakan rakyat justru di habiskan untuk membiayai proses pemilu ala borjuis busuk yang tidak pernah berdampak pada perbaikan nasib rakyat msikin.
Maka dari itu sudah jelas dan tegas posisi buruh dan rakyat miskin terhadap situasi krisis ini dan para penguasa anti rakyat miskin (SBY-JK, semua elit politik busuk, seluruh partai penipu rakyat dan para penjajah modal) bahwa kita menolak menjadi tumbal dari krisis yang di akibatkan oleh system pasar bebas (neoliberalisme) yang di puja-puja para penjajah modal dan bahwa kita sudah tidak percaya lagi terhadap seluruh janji kosong mereka. Kita tidak lagi menyandarkan perubahan kesejahteraan kita kepada mereka, perubahan nasib kita hanya akan bisa kita raih dengan mengganti seluruh system yang ada di Indonesia ini dengan system yang demokratis kerakyatan-yang berpihak kepada buruh dan rakyat miskin- dan mengusir semua elit politik, partai penipu rakyat dan para penjajah modal, saatnya kita- buruh dan rakyat tertindas- untuk berkuasa dengan persatuan gerakan rakyat!
Kami buruh dan rakyat miskin Indonesia menolak segala jalan keluar jahat SBY-JK dalam mengatasi krisis. Tapi kamipun menawarkan solusi alternatif sebagai jalan keluar atas krisis yang terjadi selama ini.
8 (Delapan) Jalan keluar mengatasi krisis:
- Nasionalisasi perbankan, industri pertambangan, migas dan perusahaan-perusahaan bangkrut.
- Bubarkan pasar modal ( biang spekulasi ), minimal terapkan pajak 5 % untuk setiap transakasi jual beli saham.
- Naikkan pajak impor untuk produk yang sudah dapat di penuhi oleh industri dalam negeri.
- Turunkan Suku Bungan Indonesia (SBI)
- Tarik surat utang negara dan tarik surat obligasi rekapitalisasi perbankan
- Hapuskan utang luar negeri
- Tangkap, adili dan sita harta para koruptor serta para pelaku kredit macet.
- Jangan gunakan dolar dalam transaksi dalam negeri
6 (Enam) Tuntutan mendesak:
- Cabut SKB 4 Meteri
- Berlakukan sistem Upah layak nasional
- Turunkan harga BBM dan bahan kebutuhan pokok
- Tolak SK Gubernur tentang UMK Jawa Timur 2009 yang jauh dari kebutuhan hidup layak!
- Tolak PHK, Sistem kerja kontrak dan outsourching!
- Bubarkan dewan pengupahan karena tidak mencerminkan keberpihakan pada buruh! Ganti dengan lembaga pengupahan independen!
Sebagai agen imperialis yang setia, SBY-Kalla tidak akan mungkin melaksanakan jalan keluar yang sejati, justru kepatuhan lebih ditunjukkan dengan terus mengerogoti hak-hak rakyat, terutama hak-hak kesejahteraan kaum buruh. Dari karakternya yang anti demokrasi dan anti rakyat miskin maka SBY-Kalla, seluruh elit politik dan partai-partai yang ada sekarang tidak akan mampu mengemban jalan keluar radikal tersebut untuk menyeleseikan krisis yang di hadapi bangsa ini. Hanya pemerintahan yang lahir dari persatuan gerakan rakyat lah yang mampu menjalankan solusi progresif tersebut. Jadi bukan di tangan SBY-Kalla, elit politik, partai penipu rakyat, pemodal penindas dan juga bukan dari para aktivis penipu rakyat!
Kami menyerukan kepada seluruh buruh dan rakyat miskin Indonesia untuk terus-menerus turun ke jalan bersama gerakan demokratik yang konsisten terhadap perjuangan rakyat tertindas. Dan Aliansi Buruh Menggugat juga Menyerukan kepada seluruh buruh dan rakyat miskin bersama gerakan demokratik non kooptasi dan non kooperasi untuk Turun ke jalan pada tanggal 3 Desember 2008 secara serentak di seluruh Indonesia!
Kapitalisme telah gagal sebagai jalan keluar krisis, tinggalkan sekarang juga!
Saatnya beralih ke sistem ekonomi Demokratis dan Kerakyatan!
Bukan SKB 4 menteri, bukan upah murah dan bukan pula PHK massal, tapi Nasionalisasi industri pertambangan asing oleh negara di bawah kontrol rakyat!
Bukan pemilu 2009, tapi pemeritahan persatuan rakyat!
Bangun kekuatan buruh dan rakyat miskin secara nasional sebagai embrio pemerintahan persatuan rakyat miskin!
Saatnya beralih ke sistem ekonomi Demokratis dan Kerakyatan!
Bukan SKB 4 menteri, bukan upah murah dan bukan pula PHK massal, tapi Nasionalisasi industri pertambangan asing oleh negara di bawah kontrol rakyat!
Bukan pemilu 2009, tapi pemeritahan persatuan rakyat!
Bangun kekuatan buruh dan rakyat miskin secara nasional sebagai embrio pemerintahan persatuan rakyat miskin!
Mojokerto, 25 November 2008
Atas nama ABM Mojokerto,
Afik Irwanto
Ulil Abshar
M. Arifin
|